Afri Rizki Lubis Tekankan Pentingnya Wawasan Kebangsaan dan Penguatan Nilai Pancasila di Tengah Era Digital

DPRD Medan16 Dilihat

MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan, Dr. Muhammad Afri Rizki Lubis, S.M., M.IP, kembali menggelar kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan bagi masyarakat Kota Medan. Kegiatan yang dihadiri ratusan warga ini berlangsung di Jalan Bangun Sari, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (20/6/2026).

Dalam pemaparannya, Afri Rizki Lubis menegaskan bahwa wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa yang dimiliki Indonesia.

Menurutnya, keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama agar tidak berubah menjadi potensi perpecahan. Karena itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Indonesia adalah bangsa besar yang dibangun di atas keberagaman. Wawasan kebangsaan menjadi perekat yang menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ujar Afri Rizki Lubis di hadapan peserta kegiatan.

Empat Pilar Kebangsaan Harus Terus Diperkuat

Dalam kesempatan tersebut, Rizki Lubis menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan tidak dapat dipisahkan dari empat pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa.

Ia menilai pemahaman terhadap empat pilar tersebut sangat penting, terutama bagi generasi muda yang saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.

Derasnya arus informasi digital membawa tantangan baru berupa penyebaran hoaks, disinformasi, radikalisme, hingga polarisasi sosial yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa. Karena itu, penguatan nilai Pancasila dan literasi digital dinilai menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan masyarakat modern.

Hoaks dan Radikalisme Jadi Tantangan Kebangsaan

Afri Rizki Lubis mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak lagi hanya berasal dari faktor fisik atau ancaman luar, tetapi juga muncul melalui ruang digital.

Menurutnya, penyebaran berita bohong (hoaks), disinformasi, paham radikal, hingga meningkatnya sikap individualisme menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.

“Di era digital, masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi. Jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat memicu konflik dan memecah persatuan,” katanya.

Penguatan wawasan kebangsaan dan literasi digital dapat menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap hoaks, radikalisme, dan berbagai informasi yang berpotensi mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pemuda Didorong Menjadi Garda Terdepan

Dalam kegiatan tersebut, Afri juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa.

Ia menegaskan bahwa pemuda harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta melawan berbagai bentuk paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Selain pemuda, peran keluarga dan tokoh masyarakat juga dinilai sangat penting dalam menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.

“Menjaga Indonesia bukan hanya tugas pemerintah. Orang tua, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama dalam merawat persatuan dan kebangsaan,” ujarnya.

Wujudkan Indonesia yang Adil dan Sejahtera

Menutup kegiatan, Afri Rizki Lubis mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, semangat gotong royong, persatuan, toleransi, dan cinta tanah air harus terus dijaga agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Mari kita jadikan wawasan kebangsaan sebagai pedoman hidup. Dengan semangat persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air, kita akan mampu menjaga keutuhan NKRI sekaligus mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” pungkasnya. (Red)

rel="Dofollow">>