Mendagri Tito Karnavian Didampingi Gubernur Bobby Resmikan Huntara serta Salurkan Dana Tunggu Hunian untuk Korban Bencana Tapsel

TAPANULI SELATAN – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, secara resmi mengoperasikan Hunian Sementara (Huntara) dan menyerahkan Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumut. Acara seremonial dipusatkan di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), pada Kamis (5/2/2026).

Fokus Pemulihan: Dari Huntara Menuju Hunian Tetap

Peresmian ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Huntara yang diresmikan tidak hanya untuk Tapsel, tetapi juga mewakili pembangunan serupa di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Utara (Taput). Fasilitas ini telah dihuni warga sebagai tempat tinggal sambil menunggu penyelesaian Hunian Tetap (Huntap).

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, menyatakan bahwa pembangunan Huntara juga telah berjalan di provinsi terdampak lain seperti Aceh dan Sumatera Barat. Pemerintah pusat telah menyiapkan skema bantuan yang komprehensif.

Rincian Skema Bantuan Pemerintah untuk Korban Bencana

Mendagri menjelaskan tiga skema bantuan perumahan berdasarkan tingkat kerusakan:

1. Rusak Ringan: Bantuan sebesar Rp 15 juta per rumah.

2. Rusak Sedang: Bantuan senilai Rp 30 juta per rumah.

3. Rusak Berat/Hilang: Bantuan pembangunan hunian tetap senilai Rp 60 juta per unit, yang akan dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Kementerian PUPR.

“Validasi data penerima bantuan harus akurat dan jelas, karena ini menggunakan uang negara,” tegas Tito Karnavian.

Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk Kebutuhan Harian

Selain peresmian Huntara, dilakukan penyerahan simbolis Bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH). Bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang memilih tinggal di kontrakan selama masa transisi. Besarannya adalah Rp 600.000 per bulan selama tiga bulan, ditambah tunjangan lauk pauk Rp 15.000 per hari per orang.

Komitmen Pemprov Sumut di Bawah Pimpinan Gubernur Bobby Nasution

Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menyatakan keseriusan pemerintah provinsi dalam penanganan pascabencana. Sejak akhir November 2025, dirinya aktif terjun ke lokasi pengungsian dan menetapkan pemulihan sebagai program prioritas.

“Kami siapkan anggaran provinsi untuk mendukung program pusat, termasuk penyediaan lahan jika dibutuhkan untuk pembangunan Huntap,” jelas Gubernur Bobby.

Beliau juga menargetkan pengosongan seluruh posko pengungsian selambat-lambatnya pada pekan ketiga Februari 2026, atau sebelum bulan Ramadan. Opsi penyewaan akomodasi seperti hotel juga akan dipertimbangkan untuk memastikan kenyamanan warga selama menunggu Huntap.

“Apresiasi setinggi-tingginya untuk kekompakan para kepala daerah di wilayah terdampak dalam memperjuangkan hak masyarakat,” tambahnya.

Tinjauan Langsung ke Lokasi Huntap

Usai acara, Mendagri Tito Karnavian didampingi Gubernur Bobby Nasution meninjau langsung kondisi Hunian Tetap (Huntap) yang sudah ditempati warga di Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala BNPB Suharyanto, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, serta sejumlah pejabat terkait. (Red)

rel="Dofollow">>