Zulkarnaen Laksanakan Pembinaan Ideologi Pancasila: Benteng Generasi Muda Hadapi Dampak Digitalisasi

Politik15 Dilihat

MEDAN – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, H. Zulkarnaen, SKM menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai benteng moral bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital dan ancaman penyalahgunaan narkoba.

Pesan tersebut disampaikan Zulkarnaen saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) dengan tema “Pancasila sebagai Sumber Nilai, Moral, dan Etika Publik” di Jalan Mapilindo, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Medan Timur, di antaranya Sekretaris Camat Medan Timur Faisal Harahap, Bhabinkamtibmas Polsek Medan Timur Denny R. Tamba, Babinsa Koramil Medan Timur Dicky A. Lubis, Sekretaris Lurah Tegal Rejo Izan MT, tokoh masyarakat Milhan Siregar, serta ratusan warga.

Pancasila Dinilai Mulai Terkikis di Kalangan Generasi Muda

Dalam paparannya, politisi Fraksi Partai Gerindra itu mengungkapkan keprihatinannya terhadap mulai memudarnya nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat, khususnya di kalangan anak-anak dan remaja.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang tidak diimbangi pengawasan orang tua, ditambah maraknya penyalahgunaan narkoba, menjadi tantangan serius dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Anak-anak sekarang mulai kehilangan rasa hormat kepada orang tua maupun guru. Kondisi ini menjadi alarm bahwa nilai-nilai Pancasila harus kembali diperkuat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zulkarnaen.

Digitalisasi Harus Disikapi dengan Bijak

Zulkarnaen menilai penggunaan telepon pintar yang tidak terkontrol dapat memengaruhi perilaku dan etika anak apabila tidak dibarengi dengan pendampingan dari keluarga.

Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak agar teknologi menjadi sarana belajar, bukan justru memicu kemerosotan moral.

Pancasila Sebagai Pedoman Moral Bangsa

Dalam kesempatan tersebut, Zulkarnaen menjelaskan bahwa Pancasila merupakan dasar moral yang menjadi pedoman dalam mengambil keputusan, bersikap, maupun menjalankan kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, lima sila dalam Pancasila mengandung nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial yang harus menjadi pegangan seluruh warga negara.

“Kita boleh memiliki latar belakang budaya, agama maupun pandangan yang berbeda. Namun ketika berada di ruang publik, Pancasila menjadi titik temu agar kita dapat hidup rukun, saling menghargai, dan menjaga persatuan,” jelasnya.

Orang Tua Berperan Mengawasi Penggunaan Gawai

Pada sesi dialog, warga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam mendidik anak di era digital. Salah satunya disampaikan Risma Sitompul yang mengaku kesulitan membatasi penggunaan gadget anak-anaknya.

Menanggapi hal tersebut, Zulkarnaen membagikan pengalaman yang diterapkannya di lingkungan keluarga.

Ia mengatakan, dirinya bersama istri membuat aturan penggunaan telepon seluler secara disiplin. Anak-anak hanya diperbolehkan menggunakan telepon genggam untuk keperluan penting selama hari sekolah, sedangkan waktu penggunaan lebih leluasa diberikan pada hari Minggu hingga pukul 17.00 WIB.

“Penerapan disiplin waktu sangat penting agar anak-anak tidak mengalami ketergantungan terhadap handphone,” katanya.

Usulkan Penguatan Pendidikan Pancasila di Sekolah

Dalam dialog tersebut, warga juga mengusulkan agar pendidikan moral seperti Pendidikan Moral Pancasila (PMP) maupun Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) kembali diperkuat di sekolah.

Zulkarnaen menyambut baik usulan tersebut dan menilai pendidikan karakter harus menjadi perhatian bersama.

Ia berkomitmen membawa aspirasi masyarakat itu ke DPRD Kota Medan untuk dibahas bersama Pemerintah Kota Medan agar penguatan Ideologi Pancasila dapat kembali masuk dalam program pendidikan tingkat SD dan SMP di bawah kewenangan Pemko Medan.

“Kami akan mengusulkan agar pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila kembali diperkuat sehingga anak-anak memiliki rasa hormat kepada orang tua, guru, serta mencintai bangsa dan negara,” tegasnya.

Ajak Warga Bersama Perangi Narkoba

Selain membahas pendidikan karakter, Zulkarnaen juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba yang dinilai menjadi ancaman besar bagi masa depan generasi muda.

Menjawab kekhawatiran warga mengenai dugaan peredaran narkoba di lingkungan sekitar, ia meminta masyarakat tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan kepada aparat kepolisian.

“Jangan takut melapor apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba. Identitas pelapor akan dilindungi. Mari kita bersama menjaga lingkungan agar tetap aman dan melindungi anak-anak kita dari bahaya narkoba,” pungkasnya. (Red)

rel="Dofollow">>