MEDAN – Pelayanan pengangkutan sampah rumah tangga di Kota Medan belum dapat berjalan optimal akibat masih banyaknya warga yang belum terdaftar sebagai Wajib Retribusi Sampah (WRS).
Untuk mengatasi masalah ini, Anggota DPRD Kota Medan dari Partai NasDem, Dr. M. Afri Rizki Lubis SM M.IP, mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan dan pemerintah kecamatan agar lebih fokus dalam menambah jumlah pendaftaran WRS. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati layanan persampahan yang teratur.
Hal tersebut disampaikan Rizki Lubis dalam acara Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan, yang digelar di Jalan Pinang Baris Gang Wakaf 1, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, pada Minggu (18/1/2026) sore.
“DLH dan kecamatan harus memprioritaskan penambahan jumlah WRS karena masih banyak warga Medan yang belum mendapatkan layanan pengangkutan sampah,” ujarnya dalam acara yang juga dihadiri perwakilan DLH, Camat Medan Sunggal, dan Lurah Lalang.
Rizki Lubis menjelaskan, kondisi ini menyebabkan sejumlah warga terpaksa membuang sampah secara tidak tepat, seperti ke area Pasar Kampung Lalang. Padahal, para pedagang di pasar tersebut telah membayar retribusi sampah.
“Praktik ini merugikan banyak pihak. Pemerintah kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pedagang harus berhadapan dengan tumpukan sampah yang mengganggu, dan masyarakat sendiri tidak mendapat pelayanan yang semestinya,” jelasnya.

Keluhan serupa sebelumnya disampaikan oleh seorang warga, Sakdiah, yang mengungkapkan bahwa banyaknya sampah yang dibuang ke Pasar Kampung Lalang membuat lingkungan pasar menjadi kotor dan tidak tertata.
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan aspirasi lainnya. Salah satunya disampaikan oleh Sugi, yang meminta pemerintah melakukan pengasapan (fogging) di lingkungan sekitar Gang Wakaf untuk mengatasi peningkatan populasi nyamuk pasca banjir.
Menanggapi hal ini, Camat Medan Sunggal, Irfan Abdilla, menyatakan akan segera menindaklanjuti permintaan fogging. Ia juga mengimbau warga untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan menghindari adanya genangan air.
“Kami akan tindaklanjuti permintaan fogging. Namun, partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan genangan air sangat penting untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk,” kata Irfan.
Mengenai masalah sampah di Pasar Kampung Lalang, Irfan berjanji akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi yang tepat. (Red)