Jelang Idulfitri, Gubernur Bobby Nasution Pastikan Stok Bahan Pokok di Sumut Aman dan Harga Terkendali

Ekonomi11 Dilihat

MEDAN – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, turun langsung ke lapangan untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Sukaramai, Medan. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga atau kelangkaan barang.

Dalam peninjauan yang dilakukan pada Selasa (17/3/2026) tersebut, Bobby Nasution mengungkapkan rasa syukurnya karena situasi pasar terpantau kondusif. “Alhamdulillah, secara umum harga bahan pokok tidak mengalami gejolak yang signifikan dan cenderung stabil,” ujarnya kepada awak media.

Berdasarkan data pantauan di Pasar Sukaramai, sejumlah harga komoditas masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Berikut adalah rincian harga bahan pokok terkini:

· Cabai Merah: Rp32.000 per kg
· Cabai Rawit: Rp24.000 per kg
· Bawang Merah: Rp32.000 per kg
· Daging Sapi: Rp135.000 – Rp140.000 per kg
· Minyakita: Rp16.000 per liter
· Telur Ayam: Rp1.800 per butir (Sesuai HET)

Gubernur Bobby menjelaskan bahwa fluktuasi harga yang sempat terjadi beberapa waktu lalu lebih disebabkan oleh faktor distribusi, bukan karena kelangkaan stok. Pemerintah saat ini memastikan pasokan bahan pokok dalam kondisi aman dan melimpah.

“Kemarin sempat ada kekosongan barang, tapi hari ini stoknya sudah kembali. Ini indikasinya bukan masalah stok, melainkan distribusi. Oleh karena itu, saya tekankan agar fokus pengawasan kita saat ini adalah kelancaran distribusi ke seluruh wilayah Sumut,” tegasnya.

Dukung Stabilitas Harga Lewat Gerakan Pangan Murah Berbasis QRIS

Dalam kunjungannya, Bobby Nasution juga meninjau pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah yang digelar di area pasar. Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumut, Bank Indonesia (BI), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta jajaran kepolisian.

Melalui program ini, masyarakat dapat membeli berbagai bahan pokok dengan harga lebih terjangkau, seperti:

· Ayam Ras Beku: Rp40.000 per kg
· Beras SPHP: Rp58.000 per 5 kg
· Minyakita Kemasan 2 Liter: Rp31.000

Uniknya, transaksi dalam program Gerakan Pangan Murah ini menggunakan sistem pembayaran digital QRIS. “Kita melihat langsung efektivitas program ini. Selain membantu masyarakat mendapatkan harga murah jelang hari raya, program ini juga berdampak positif terhadap pengendalian inflasi,” kata Bobby.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Rudy Brando Hutabarat, menambahkan bahwa penggunaan QRIS dalam program ini memiliki dua tujuan utama. “Pertama, untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Kedua, untuk mengakselerasi digitalisasi transaksi di kalangan pedagang dan pembeli,” pungkasnya.

Dengan langkah konkret seperti pemantauan pasar dan operasi pasar murah, Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri 1447 H dengan penuh sukacita. (Red)

rel="Dofollow">>

News Feed